Bawakaraeng
Tempat yang di luhurkan para leluhur
Kini hanya menghembuskan angin kepiluan
Bawakaraeng
Tempat para wali bertemu
Angin bertiup tak lagi sumringah ditanah anging mammiri
Padahal ada manusia,
Manusia manusia penyandang gelar
Makhluk yang mulia
Tapi tak tahu cara memuliakan bukti ke Esaan penciptanya
Terlebih ironis bagi Manusia manusia
Yang mengakui memiliki predikat pencinta alam
Tapi tak tahu caranya mencintai
Bawakaraeng
Di tanahmu engkau tak lagi
Diperlakukan semestinya
Bahkan keelokanmu pun di jadikan tempat bersenang senang oleh kaum hedonis
Bawakaraeng
Rusak terhinakan di tanahnya sendiri